RSS

Let's Compare Kaka Sheva - Ibra TS


Kenapa harus Sheva – Kaka dan Ibra – Thiago Silva? Yahhh karena menurutku kepergian mereka berempat adalah yang sangat menyakitkan bagi para Milanisti dan juga pemain-pemain Milan yang masih membela klub merah –hitam itu sampai musim mendatang. Apa yang saya ingin bandingkan  dalam tulisan ini? Check This Out Guys.


Pertama, saya jelaskan dulu, pasti banyak yang protes yah, “helllooo paling menyakitkan? Lo gak ingat gimana sedihnya waktu Maldini, Nesta, Inzaghi, Gatusso dan Seddorf pergi?” sabar ya jangan protes dulu, saya bilang kepergian mereka berempat serasa lebih nyesek karena.... let start from Sheva. Pemain bernomor punggung 7 ini pergi atas keinginannya sendiri karena ia dan keluarga berniat pindah dan menetap di London, ditambah lagi hubungan baiknya dengan juragan kaya dari Rusia, Abrahamovich. Jadilah cowok muka imut ini pergi dari Sansiro dan berlabuh di Stanford Bridge, London. Sayang seribu sayang, di Chelsea ia kurang bersinar. Entah kemana naluri mencetak golnya itu, hal yang sama terjadi dengan Kaka, yang mungkin pemain yang paling dicintai oleh cewek-cewek Milanisti seaontero jagat dan disayangi cowok-cowok yang menyebut dirinya curva Sud. Kepindahan Kaka ini lebih nyesek lagi, ia sama sekali tidak ingin pergi, hanya saja krisis keuangan yang dialami Milan hanya bisa diatasi dengan kepindahan Kaka ke Madrid dengan nilai yang sangat tinggi, dan as I said, Kaka lebih sering menghiasi bangku cadangan di Madrid.

Bagaimana dengan Thiago Silva dan Ibra? Mereka pergi dengan alasan yang sama, dengan menjual mereka dengan harga cukup tinggi, Milan mampu mengatasi masalah keuangan, apalagi harga fantastis Thiago Silva mengingat dia seorang Bek, bukan penyerang maupun playamaker. Cinta Thiago Silva tak bisa diragukan lagi ke Milan, ia bahkan meng-upload fotonya mencium badge Milan di akun instagram dan mengatakan kalau dirinya akan selalu menjadi pemain Milan, itu sebuah tanda ia bersungguh-sungguh.
Dan kembali ke inti poin pertama, yah kepindahan mereka berempat paling menyakitkan karena mereka berempat pergi di saat yang benar-benar membuat sedih para milanisti. Kepergian Sheva dan Kaka sepaket dengan Kepergian Ancelotti, sedangkan Thiago Silva dan Ibra pergi di saat para Milanisti baru saja kehilangan punggawa hebatnya (Inzaghi, Gatusso, Seedorf, Nesta). Ditambah lagi Thiago Silva dan Ibra ke PSG yang mungkin saja akan bertemu Milan di suatu kompetisi (beda dengan Nesta yang nun jauh di amrik dan Gatusso di Sion), nyeseknya dobel, semacam dapat dua paket Big Mac di Mcd gratis tapi lagi kenyang banget.

Kedua, dibanding Kaka dan Sheva ada hal paling saya tidak terima dari kepergian Thiago Silva dan Ibra. Apa itu? Mari kita flashback sebentar ke Kaka dan Sheva sebagai perbandingan. Masih ingat berjayanya Sheva di Milan? Ia membuat lebih dari 100 gol di serie A, bersama Milan ia meraih gelar liga champion (walaupun tendangan penaltinya di Istanbul gak bisa dilupa), Sheva mendapatkan Balon D’or bersama Milan, itu sebuah puncak dari kariernya sebagai pemain sepakbola, begitu pula dengan Kaka, datang sebagai anak muda biasa dan bertransformasi menjadi idola di dalam maupun di luar lapangan. Tak beda juah dengan Sheva, Kaka mendapatkan penghargaan sebagai pemain serie A terbaik sekaligus pemain asing terbaik, dan tak dapat disangkal tahun 2007 adalah tahun-nya Kaka, ia menjadi pemain terbaik UCL sekaligus menjadi top skor, sekaligus membawa Milan mendapatkan UCL ketujuhnya, dan sekaligus mendapatkan Balon D’or nya. Kaka hanya butuh gelar Piala Dunia bersama Brazil untuk menyempurnakannya.


Thiago Silva dan Ibra? Mereka memberi satu Scudetto. Itu saja. Beberapa penghargaan individu juga mereka dapatkan tapi tidak dengan Balon D’Or, bahkan kutukan Ibra untuk gelar itu masih berlanjut sampai sekarang. Satu Scudetto untuk pemain sekelas mereka? Dibawah 5 tahun ada di Milan dengan pemain setia seperti Thiago Silva. Hiks rasa-rasanya mereka berdua bagai film yang tak mencapai klimaks dan ending di San Siro.



Ketiga dan terakhir (siapa tahu sudah bosan baca), sebenarnya sih kalau mau mengukur kadar rasa cinta Milanisti kepada empat pemain itu, Kaka dan Sheva mungkin ada di urutan teratas, kalau Ibra sih semenjak dia datang para Milanisti sudah tahu jangan terlalu menaruh harapan panjang pada pemain satu ini (tapi yg aneh pada kenyataanya dia yang dipaksa keluar dari Milan, nomor punggung 10 hanya PHP :p). Tapi kenapa Ibra dan Silva jadi heboh yah? Ini tanggung jawab dari sesuatu yang bernama “Twitter”.  Kalau saja zaman Kaka pergi twitter sudah heboh begini, mungkin di timeline kicauannya banjir air mata sampai hp ku mungkin nangis tersedu-sedu. Tapi ya itu di tahun 2007 kemarin kitanya sedih sendiri saja di kamar sambil memandang poster Kaka berbaju Milan dan berbaring membasahi bantal Milan (ini saya deh kayaknya) gak saling berbagi curhat, protes, sedih, opini dan galau di twitter. Kepindahan Ibra dan Silva jadi lebih booming karena bahkan Ibra tiba di Paris saja udah ada yang twit, Ibra pegang pulpen mau ttd kontrak mungkin ada yang twit dan foto. Its called a power of twitter.
Yah gitu deh guys saya coba membandingkan dua mega transfer Milan tersebut (sayangnya kalo mega transfer Milan, bukan pemain datang, tapi pergi), semoga asyik bacanya yah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Unforgettable Season


Honestly, pas Milan scudetto dua musim lalu saya tidak terlalu banyak menyaksikan dan mengikuti perkembangan Milan. Saya nun jauh berada di tempat KKN yang sama sekali tidak ada sinyal HP dan of course TV. Pas pulang ke Makassar eh pas-pas gitu udah masuk minggu-minggu terakhir serie A dan saya begitu senang menyaksikan pertandingan dimana Milan merayakan Scudetto!!! Senangnya gak keukur deh sudah lama gak begini sejak perayaan Champion tahun 2007 kemarin.

Dan masuklah Milan ke musim 2010/2011, menurutku skuad dan pelatihnya gak terlalu menjanjikan sih ,tapi mw diapa lagi kalo di darah udah mengalir warna merah hitam. Kesetiaan inipun mulai diuji sejak memasuki awal musim sampai musim berakhir, dan marilah saya deskripsikan menurut bahasaku bagaimana jadi milanisti tahun ini benar-benar semacam naik Roller Coaster, semacam hati ini tersayat-sayat bagai hati sapi di tiap idul adha.

Pertama, of course kepergian Pirlo secara tragis ke juventus, ingat waktu itu pas dekat-dekat ultah Pirlo juga, kenapa tragis? Kenapa nyesek? Perginya karena yahh secara umum dia sudah tidak masuk rencana masa depan versi Om Ale.

Lanjut, di awal-awal musim sepertinya Milan agak gimana gitu deh, kalah dari Inter, kalah dari Juventus, sangat meragukan dan Juventus tiba. -tiba menjadi saingan berat dan menjadi tim yg patut diperhitungkan. Kenapa juventus jago? Kenapa Juventus mainnya bagus? HAH KENAPA???? Jawabannya adalah KARENA PIRLO, perlu di ketik ulang gak? Perlu diperjelas gak? Yap karena ada PIRLO yg notabene datang kesana secara gratis dari  Milan *BRB *keluarDariRuntuhanWTC

Tapi Milan tetap Milan, nama besar dan tradisi klub besar masih tetap ada di klub kesayanganku itu. Milan mulai menanjak di klasemen di tengah-tengah musim dan ada beberapa pemain yang mencuri perhatianku, Ibra sih ga usah ditanya dia itu robot yg ditugaskan emang untuk bikin gol, ada Boateng, yihii cowok satu ini bikin galau deh dengan kaki kacanya, untung saja ingat moment keren kemarin ia comeback dari cedera dan bikin hatrick pas di pertandingan Milan khusus buat Simoncelli yang meninggal beberapa jam sebelum pertandingan. Trus ada Nocerino yang saya juluki ‘lelaki 500.000 Euro” trus ada El sha yang cakep dan ada Thiago Silva, hhmm saya ngetik kata Thiago Silva ya? *BRB *KeSudutKamarMandiUntukNangis

Dan cobaan itu akhirnya bertubi-tubi datang, Milan yang keren banget ngalahin Arsenal di Liga Champion tiba-tiba harus keluar turnament jatuh ditangan Barca A.K.A Busquets dengan tragis, kenapa Busquets? Gak usah dijelasin kali yah, pasti ada hubungannya dengan kata “penalty” dan ‘meringis”. Habis itu Milan menghadapi Juventus, udah pede nih ya kitanya ngadepin Juventus, secara gitu lho skuad mulai stabil dan menjanjikan mainnya di CL, eh tapi apa mw dikata tragedi Muntari terjadi, yang sampai sekarang pun Opa Gali dan Om Ale gak bisa lupa.

Out dari champion dengan tragis, padahal minggu-minggu sebelumnya punya harapan besar raih trebel winner musim ini, dikalahin Juventus, dihantam badai cedera, direbutnya puncak klasemen dari Jupe dan harus nyerahin scudetto ke klub lapar bintang di kostum itu bertepatan dengan kekalahan tak disangka dar rival abadi, Inter. Rasa-rasanya itu gak usah ditanya deh, padahal beberapa minggu Milan pimpin klasemen.  Broken Heart abis deh, nyesek banget deh (pasti yg bukan milanisti kalo baca ini dibilangin saya lebay, padahal mereka gak ngerti perasaan tifosi sejati).

Di pertandingan penutup musim Milan harus kehilangan Inzaghi (yg sepanjang musim rasa2nya harga dirinya dipermainkan om Ale, suka disuruh pemanasan tapi gak dimaninin ato main pas menit 80), kehilangan Nesta yang mungkin hampir setara kehilangan Uncle Maldini, Gatusso yg karakternya selalu dirindukan di lapangan, sang Proffesor Seedorf yang cerdas, Zambrotta yg  selalu ada buat Milan. YEAH kami kehilangan mereka semua, sebuah era baru Milan telah dimulai, buat para Milanisti baru nanti  kalian akan hanya mendengar cerita-ceritaku betapa hebat mereka semua itu, sama seperti saya yang hanya tahu Boban, Van Basten, Baresi dari cerita-cerita doang, Maldini sama Rui Costa saja Cuma dapat sedikit doang.

Tranfer Milan sepanjang tahun ini? Hhmmm kalo dibahas sih berarti sama saja seperti menuang garam ke luka yang belum kering (apa deh Dini), contoh nih ya Tevez yang katanya kemarin udah ada apartemen di Milan eh tapi di detik-detik terakhri gak jadi datang, trus yg paling hangat nih Thiago Silva yang cinta sama Milan dan berharap jadi legenda dan membuat nomor 33 jadi sakral juga di Milan (keren gak sih, mikir deh kalo TS jadi legend dgn 33, Baresi kan 6, Maldini 3, ih keren ya, tapi apa daya ini Cuma khayalan doang). Hanya menghitung hari juga nih sebelum tentara bayaran Ibra out dan gak akan melanjutkan misi lagi di Milan, selain itu masih tanda tanya apakah ada pemain bintang ato seenggaknya pemain yang menjanjikan bakal ada di Milan musim depan dengan meninjau serta mempertimbangkan  keadaan finansial klub sekarang.

SO???? Jadi milanisti tahun ini memang benar-benar berat, seberat orang yang mindahin patung Liberty dari perancis ke Amrik, hhmmm saya menyebut kata Perancis ya? Keinget PSG lagi, keinget Ibra TS lagi *BRB *SayatTangan

Tapi penderitaan tahun ini rasanya lebih nikmat dengan berbagi sama milanisti di twitter yang asyik, yang curhatnya beraneka ragam, dan sama menderitanya dengan aku, You Rock Guys!!! Mari kita bersama-sama menyambut musim depan dengan dada lapang tapi untuk 3 hari kedepan mari juga kita galau berjamaah di twitter.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Top 10 Favorite Movie

You know it’s so hard to organize what movie I should put in my top 10 movie that I watch. I have been watching many good movie from various year even that movie come from 80’s or 60’s.  Just say I became a movie buffs since I was in high school and now I’m 23 years old, it means there many years I spend to watch all movie that I think is pretty good.

How can I manage what movie should I put in my top ten?  First that movie have to high rated in IMDB. Honestly, IMDB rating is one of my reference to choose movie. OK second and it’s the important thing. In my Opinion The best movie is a movie can give a deep impression and you can’t never forget even years go passed. And here we are my top 10 movie all the time. By The Way guys don’t be dissapointed if you can’t find some new one. 

Godfather. Oh My God just raise yours hands up if you’re never watched the movie before! How poor you are dude, this is the best gangster movie that I’ve ever watched, and may I say is the best movie too. Who can forget Don Corleone said “Keep Your friend close but your enemies closer”.  I have my own quote while watching it, family always come first.

Sixth Sense. Night Saymalan as a director of the movie should put up the posters in front of the theatre “Please Don’t tell Anyone The Ending”. Plot of the movie may i say is little slow and boring for some people but if you serious you can feel scared too. The ENDING? Maybe I never forget till’ I die.

The Diving Bell and The Butterfly is movie based on true story about French Journalist, Jean-Dominique Bauby. Hhmm If you someone like a kind of Bruce Willis movies, romance, or superhero movie maybe you are going to bored to watch it.  But for me, this movie make me  speechless, silent for a moment and sure totally make me cried. You can learn how to make your life is usefull for someone else and don’t give up of your situation and condition. I say once again, I like this movie, Two thumbs up!!! This movie teached me, sometimes we don’t know what we have untill we loss it.

Old Boy. Is the one of korean movie in my top 10 list. First of all, yeahh I can’t guess the ending. I think is a same with another korean movie, oh pleasssee can you guess the plot if in the first you see a mind character is jailed by someone we don’t know for 15 years. I always talk to myself while watching it. “Why he jailed? By whom? For what? Somebody explain to me please!!’ but in the end, my question is being answered one by one and I just want to throw my laptop away, moreover I want to enter the movie and kill someone in it.

Life Is Beautiful A.K.A La Vitta E bella.  OK this movie from 60’s and I have to in good mood to watch it.  In first ten minutes i watched. Hmm its some kind of comedy movie? What is this? How can this movie became one of the greatest movie all the time? Im still confused. 30 minutes running, okeyy he falls in love with a beautiful girl, hhmm maybe its a romantic movie. Half of the movie running and I got what this movie tried to told us. The main characther is a Jews. YEAH I got it. Its about NAZI. Life is Beautiful give us another side about NAZI, not about the war, Hitler or the army, the story about a father who protect his child in a bad situation caused by NAZI. In the end of movie, when a tank come closer to his son and his son smile and happy because he relized that his dad keep his promise about tank toy, This so sad and you have to have a tissue. There is a voice in this movie, like a monolog to told us the story and that voice is childs’ voice when he grown up.

Mystic River. Just for your info, I always like a movie directed by Clint Eastwood (Grand Turino, Changeling) and sure this one. The Cast? Tim Robbin, Sean Penn, Kevin Bacon. No doubt about them.  You need a little summary about this movie? I don’t know how to start to explain this movie. This a damn good movie. After I watched, just like Old boys, arrghhhhh annoying but I can’t forget it.

Eternal Sunshine of The Spottless Mind. Hhmm..... errrr.... Uhuk Uhuk wait it minute I have to take a breathe a little. OK Im ready now. Have you ever watch a movie and you feel this movie is describe your own life or it try to insult you. You forget about a little part of your life and while watch the movie you said to your self “DAMN, why I watch it? I remembered you again L “ . In Journalism its called ‘Proximity’ . you like it because it seems like your own story. Jim carry surprised me in here because i think he just only comedian but in this movie you can see his other side, he success to describe someone who can’t never forget about his truelove, even you try everything to do it but you can’t. Because its called destiny.


500 Days of Summer. A really sweet movie. If I were a boy maybe I fall in love with a girl like Zooey Deschannel, so beautiful. But in this movie, she is a bitch i Think. What a good part of this movie? A count of the day is very unique, brilliant idea with “a random day”. I remember my friend said “ this movie told about 500 days with Summer, or 500 days to meet autumn?” anyone can answer that?

Dark Knight. Make it simple guys about this one. I just want to say “Iam a JOKER TEAM” I love him so much especially a scene when he blew up that hospital. But unfortunately Heath Ledger had passed away.

Forrest Gump. No doubt about this one. I like when Tom Hanks always introduce himself to people. “Hello guys My name is Forrest, my mother said bla bla bla” and its so funny when he signed a papper about his company and there was a symbol on there. An apple with a one bite. Seems familiar yeah.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Quote From Good Will Hunting


I recently watched Good Will Hunting  at random time in HBO. Yeah I knew that movie is one of the recommended movie from all movie maniac in the World. What’s the reason that make this movie so special? Iam so curious so  I want to prove it.
In the beginning I know this movie told us about Will Hunting, the Teenager who have special intelegent. Can you imagine, he just an orphan, live in the nearly Boston and work as cleaning service at the MIT University but he can finished a very hard mathematical formula that even a professor can’t solved it.
Will just a kid with a special gift from God. He doesn’t deserve it. Many people want his  intellegentsia but he waste it . One of the scene show us a conversation between Will and Sean, his psychiatrist. I feel so touched. I didn’t know why Iam crying but I think what Sean said to Will is very deep. I write that Quote. Just read it and you can know what I meant and why I said is very touched.
"If I asked you about art, you'd probably give me the skinny... on every art book ever written. Michelangelo? You know a lot about him. Life's work, political aspirations. Him and the pope. Sexual orientation. The whole works, right? But I bet you can't tell me what it smells like in the Sistine Chapel. You never actually stood there and looked up at that beautiful ceiling. Seeing that."
"If I ask you about women, you'll probably give me a syllabus of your personal favorites. You may have even been laid a few times. But you can't tell me what it feels like to wake up next to a woman... and feel truly happy."
"If I ask you about war, you'd probably ah throw Shakespeare at me, right? "Once more into the breach, dear friends." But you've never been near one. You've never held your best friend's head in your lap... and watched him gasp his last breath lookin' to you for help."
"If I asked you about love, you'd probably quote me a sonnet, but you've never looked at a woman and been totally vulnerable. Known someone that could level you with her eyes. Feelin' like God put an angel on Earth just for you, who could rescue you from the depths of hell."
"I doubt you've ever dared to love anybody that much. And look at you... I don't see an intelligent, confident man... I see a cocky, scared shitless kid. But you're a genius Will. No one denies that. No one could possibly understand the depths of you. But you presume to know everything about me because you saw a painting of mine, and you ripped my fucking life apart. I can't learn anything from you, I can't read in some fuckin' book. Unless you want to talk about you, who you are."

Well. maybe I got some message from what Sean Said to Will. I try to describe it with a little quote i made by my self tongiht. Agree with it??

"There is a huge difference between knowing, learning and  experience"

"There is something quite learned, but some other things can be perceived only by experienced"




 


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seandainya

Seandainya kemarin aku melakukannya saja....

Seandainya saja saya mengenalnya lebih dulu...

Seandainya saja saya memilih naik bus yang berbeda...

Seandainya saja saya tidak memakan daging itu...

Seandainya saja saya pulang tidak semalam ini...

Seandainya saja handphoneku tidak kehabisan baterei...

Terlalu banyak kata "seandainya" yang bisa diucapkan dalam sehari. Sehari saja, begitu banyak menurut kita kesalahan yang telah dilakukan dan ujung-ujungnya akan dipenuhi penyesalan.

'Seandainya' adalah kata yang paling tragis menurutku, dan parahnya lagi kata-kata menyakitkan itu pasti keluar dari dalam hati kita sendiri.

Menurutku "Seandainya adalah pernainan getir berbentuk kata-kata".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Desember, Hujan, dan Dirimu

Desember...
kalau aku didengarkan kata itu, aku akan mengingat hujan juga dirimu.
 
Lihatlah langit di bulan desember. Berwarna kelabu, begitu mendung, kadang membuat perasaan turut muram. Namun langit mendung itu tak mampu menghapus senyum cerahmu dari ingatanku. Senyummu yang secerah matahari.

Kau bisa rasakan angin sebelum hujan di bulan desember? angin yang membuat semua pohon goyah tak mampu menandinginya. Namun angin itu tak bisa membawa pergi semua kenangan tentangmu.

Kau dengar bagaimana derasnya hujan di bulan Desember? kadang membuatku menutup telinga saat tidur di malam hari. Namun derasnya hujan itu tak mampu mengaburkan ingatanku akan suaramu. Suaramu yang selalu membuatku ceria.

Kau bisa lihat bagaimana hujan di bulan Desember membuat semua jalan tergenang banjir? apapun bisa hanyut terbawa olehnya. Namun tentu saja tak mampu membuat hanyut semua rekaman langkah dan gerak-gerikmu yang tersimpan utuh di otakku.

Kau bisa memandang lautan di bulan Desember? dengan ombak yang begitu tinggi, membuat semua nelayan dan pelaut gusar. Namun ombak-ombak itu tak mampu membawa pergi perasaanku.

Malam itu...
Saat hujan turun tak berperasaan dari langit hitam nan kelam.
Tentu saja di bulan desember
Aku melihat senyummu lagi.....
Mendengar suaramu lagi........
Memperhatikan segala gerak-gerikmu lagi....

Semua hal tentang dirimu membuatku sadar akan satu hal.
Ternyata aku tak pernah berhenti mencintaimu.



*OpenPlaylist
*Playsong
*Efek Rumah Kaca - Desember


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

One Year Ago






Tepat Setahun lalu di tanggal yang sama, tulisan ini saya buat di tengah malam sepulang dari kampus. Mataku masih merah saat membuat tulisan ini membayangkan apa yang baru saja saya dan saudara-saudaraku alami di hari itu, hari yang mungkin kami tak akan lupakan sampai kapanpun. Tulisan di bawah ini saya buat penuh emosi sambil mendengarkan lagu Coldplay –  Fix You. Tulisan ini harusnya saya posting setahun lalu.
Life Is Choice
Bukan tentang pilihan kita benar atau salah, tapi bagaimana kita menjalani pilihan itu dengan sebaik-baiknya cara kita.
Mungkin serangkaian kalimat itu yang terus saya dengungkan di telinga saya saat menginjakkan kaki pertama kali yang katanya adalah rumah kecil bagi para anggotanya, KOSMIK. Saya hanyalah seorang biasa dari kota kecil yang sangat biasa juga, yang kata teman-teman kota yang belum ada listriknya, yang katanya diragukan ada bandara udaranya.
Iya… saya hanya seorang biasa yang berada di ruang 209 FIS IV lantai 2 berseragam hitam putih, duduk bersama orang-orang asing yang tak kukenal sama sekali yang kelak suatu saat nanti akan menjadi saudaraku semuanya. Dengan wajah polos, kami di ruangan itu mendengar obrolan orang-orang di depan ruangan bagaimana beruntungnya kami ada di jurusan ini dan ada di ‘rumah kecil ini’.
Cailst07ners mungkin kita akan selalu mengucapkan kalimat ini
"Terima kasih KOSMIK"
Banyak hal yang saya pelajari di sini
Banyak sekali…..tak bisa aku sebutkan satu persatu
Mungkin karena banyak hal, pengalaman serta ilmu yang kami dapatkan, beberapa dari kami memutuskan untuk menjadi pelayan di tempat ini, dengan berani mengemban sebuah tanggung jawab besar menjadi PENGURUS KOSMIK PERIODE 2009/2010.
Saya masih mengingat saat kami memutuskan hal itu, beberapa dari calist07 tak ingin mengemban hal yang sama, memilih untuk tak menjadi pelayan seperti 22 orang dari kami. tapi mereka menjanjikan suatu hal: “kami akan ada di belakang kalian untuk membantu”
“kami akan ada di belakang kalian untuk membantu”
Menulis kata-kata itu barusan membuatku menangis.
Mereka menepati janjinya, mereka selalu membantu kami dalam mengurus acara, atau hal lainnya tentang KOSMIK. Mereka ikhlas melakukannya tanpa perlu ada dua lembar kertas bernama SK (Surat Keputusan), toh lembar kertas menurut kami tak penting, tapi akhirnya juga 50 lembar kertas kuarto 60 gram bernama LPJ mengubah segalanya.
Terima kasih teman-teman calist07…
Terima kasih juga buat dukungan kalian di ruangan panas itu kemarin.
Iya kemarin yang mengubah segalanya….
Kemarin kami adalah 21 orang berjas merah yang berjalan dengan kepala yang tegak memasuki ruangan 104, dengan percaya dirinya sanggup menerima keputusan yang sudah kami ketahui.
Kami duduk berjejer di tempat yang ada tulisan “PENGURUS”, yang harusnya diganti saja menjadi “TERDAKWA”.
Kami menoleh, kami menoleh ke semua orang yang berada di ruangan itu, entah ekspresi apa yang mereka tampilkan saat itu, tapi saat mendapati kerumunan Calist07 di suatu pojok, jelas apa yang terlihat dari kalian, sebuah dukungan besar dengan apapun yang terjadi.
“DENGAN INI LPJ PENGURUS KOSMIK PERIODE 2009 / 2010 DITOLAK”
Dengan jas merah yang masih menempel di badan, kami semua berdiri sambil bertepuk tangan dengan keras, berusaha menebarkan senyum, tak lama Calisit07 yang ada di pojok juga melakukan hal sama. Yang lain hanya menatap, iya hanya menatap tanpa saya tahu artinya.
Saya berusaha untuk tetap tersenyum, tapi saya sadar bagai emoticon di hp yang bisa diubah dengan cepat, saya sadar bibirku yang menyungging senyum tadi lama kelamaan bergetar, iya dan akhirnya pertahananku roboh, air mataku keluar, aku melihat ke samping, beberapa teman cewek juga sudah melakukan hal yang sama, air mataku kembali deras keluar saat aku melihat teman dan saudara saudara cowok ku, aku tahu mereka orang kuat, yang jarang mengeluarkan air mata di depan orang banyak, tapi mereka akhirnya juga menangis, entahlah mungkin kami semua lelah dengan 3 tahun ini, dan puncaknya adalah pembataian dan keputusan menyakitkan ini. Iya saya sangat tidak kuat dengan keputusan ini, mungkin lucu jika saya coba mengingat dan menghitung apa yang telah kami berikan dan dibalas dengan sebuah penolakan.
Dalam waktu beberapa menit dalam ruangan panas itu saya berhasil mengingat semuanya apa yang kami lakukan tiga tahun di rumah kecil ini. Sebuah pengorbanan yang cukup besar menurutku, kadang melupakan rumah, keluarga sendiri, kadang melupakan hal lainnya, tapi….tapi….apa daya, nasib kami ada di tangan orang-orang yang berada di ruangan itu.
Saya masih menangis keras di ruangan itu, saya tak kuat kawan-kawan, mungkin memang saya adalah tipe drama queen.
Tapi kalian tahu apa yang membuat aku bertahan di ruangan itu?
Dukungan kalian semua, saat kalian menjabat tanganku dan mengucapkan semua akan baik-baik saja, saat kalian memberikan pelukan terhangat dan membiarkan diriku sejenak menangis di pundak kalian sambil berkata maaf kita tak cukup kuat, atau saat kalian diam dan hanya menatap seolah berkata sudahlah…ini semua ada hikmahnya. Menurutku itu adalah sebuah kado besar di tengah ruangan yang panas itu.
Terus sekarang apa? Iya sekarang apa?
Mungkin saat melewati rumah kecil itu :
“oh itu mereka, oh itu dia”
“mereka itu siapa, dia itu siapa?”
“pengurus yang ditolak LPJnya….salah satu sejarah mungkin”
Mungkin itulah yang akan terjadi pada kita kawan
But U know What???
I Don’t Care..
Saya lebih peduli dengan kebersamaan kita yang sisa sedikit lagi
Saya hanya ingin bersama kalian sebelum kita benar-benar terpisah nantinya
Januari nanti akan banyak yang beda
Sebagian mungkin pergi
Sebagian mungkin KKN
Sebagian mungkin sibuk skripsi
Sebagian lainnya masih kuliah
Temanku semuaaaa
Saudaraku semuaaaa
Aku bangga dengan kalian
Mungkin kejadian di ruangan itu suatu puncak
Mungkin kejadian di ruangan itu adalah suatu titik balik dari semuanya
Tapi ingat…  Every Ending its just d’begining
Setahun sudah tulisan di atas mengendap di laptopku, itu berarti setahun sudah peristiwa itu berlalu, dan semuanya masih terekam jelas di kepalaku. Peristiwa di atas mungkin adalah suatu cerita yang mungkin kami bisa kisahkan pada anak-anak kami kelak jika ia akan menjadi mahasiwa juga.  Sebagian besar saudara-saudari Calist07 kemarin di yudisium dengan menggunakan jas merah, terima kasih Tuhan, setahun lalu jas merah itu kami kenakan dengan rasa sangat sakit hati, namun saat kami menggunakannya tahun ini kami mendapat gelar sarjana, suatu gerbang hidup baru akan kami lalui. Tapi tentu saja satu peristiwa itu tak akan kami lupakan.




playlist while write this post : One Republic - Good Life
                                                Coldplay - Fix You

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS