RSS

Seandainya TV murah

“Coba Kalau tv itu murah, saya lempar sekarang dengan gelas”
Itu kata-kata yang keluar dari mulut sepupuku, dan dengan cepat saya dukung dan aminkan. Tahu kenapa? Karena saat ini kami lagi terjebak di ruang keluarga bersama, nenek, tante, dan mamaku yang
sekarang seru-serunya nonton sinetron.

Perlu saya ulang? SINETRON. S-I-N-E-T-R-O-N
Astaga…..menulisnya saja kepala saya jadi puyeng tujuh keliling
Saya kadang berpikir apa sih yang ada di otak para orangtua kami itu?
Tunggu dulu pembaca…ketikan di laptop saya terhenti
“EDDD bukamiii cepaaattt….AYO AMIRa!!!!”
“Melihat ji itu..percayami melihat ji itu”
Proses saklar saya menulis di laptop tiba-tiba terhenti dengan teriakan-teriakan di ruang keluargaku, Mereka sepertinya yang mau sakit jantung saja saat melihat adegan di rumah sakit, saat seorang pemeran ingin dibuka perban di matanya dengan dokter yang sepertinya tidak ada dasar dalam
berakting

Aku dan sepupuku saling pandang dan mengeleng-gelengkan kepala
“ck…..ck….ck”
Tumben kami malam itu kompak, biasanya bertengkar mengenai siapa yang lebih hebat Inter atau Milan
(tentu saja Milan dong).
Ok kembali ke sinetron, bukannya aku tidak suka, hanya saja sudah terbiasa dengan melihat film dengan berbagai eksplorasi gambar yang cukup kaya, dan saat melihat sinetron seakan para kru itu tidak pernah belajar angel gambar, belum lagi adegan yang SANGAT SANGAT di dramatisir dengan mengulang-ngulang scene yang sama dengan iringan suara musik simbal yang katanya menegangkan.

Betul kata sepupuku, seandainya TV itu murah, saya ingin melemparnya dengan laptopku.OPPPSSSS
sepertinya Laptopku juga lebih mahal

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Raidah Intizar mengatakan...

jangan suka lempar2 tv, mending pergi retail. ok.ok?

Posting Komentar